Tuesday, February 16, 2016

Roman

Roman

1/2/2016

Desas desus tentang cinta
Lagu lagu tentang asmara
Hanya untuk mereka yang meladang rindu
Untuk dirimu yang di luar angkasa ruang
Dan dirimu yang tersenyum di semak-semak masa lampau

Untuk dirimu yang nyata
Yang duduk di depan mata
Kusuguhkan sebuah kopi panas
Untuk dinikmati kata-kata dan huruf-hurufmu
Supaya sentosa dinikmati
Mereka yang nanti menikmati mekarnya kisah
Tentang hidup dan mati

Singgungan



Singgungan

31/1/2016

Intip suara-suara orang tua
Hantui mata anak-anak muda
Tengok dandan pemuda pemudi
Hinggap dengki di sudut matahari

Aur-auran limbah kotoran zaman
Dikanan kiri pelupuk pandangan
Yang mana yang lapar terbiaskan
Cahaya amoral disadurkenyangnya peradaban

Mimpi dan harapan dianggap mati
Melayangkan pertanyaan-pertanyaan tanpa nada pasti
Masa depan dan masa lalu
Bertabrakan
Ditengah tawa masa kini

Yang hitam
Dan putih
Dibiaskan kubangan waktu
Di pojok detik yang akan pergi
Masa depan terpaku sendiri

Derita Lampu Yang Memburu Aspal



Derita Lampu Yang Memburu Aspal

16/1/2016

Kau dan Aku sering kali jumpa
Entah berapa jumlah kuning
Yang memburu aspal
Dalam kedip mata rindu mereka
Dalam berantah jalan raya
Bagai kawan lama
Terikat terpaksa

Kau dan aku sering kali jumpa
Lampu-lampu ibukota
Kelap kelip membutakan membosankan
Kau dan aku jarang kali lihat
Pijar pijar petromaks perkampungan
Berpendar jauh jauhan
Dipuja dan dipadu

Kau dan aku belum pernah jumpa
Api-api unggun di pondok-pondok
Dalam tungku berbuah abu
Untuk makan dan minum
Dansa para lampu di kota ibu
Sesajen minyak untuk petromaks
Arang bakaran hidup
Derita Chaya yang dipuja-puji
Derita cahaya yang disia-siakan
Bahagia api yang ditelantarkan

Terpisah tanah dan laut
Diperkosa tamak hawa nafsu