Tuesday, June 14, 2016

Debur api di pinggir jendela kamar



Debur api di pinggir jendela kamar
29 maret 2016

Suatu masa di hari yang akan datang
Api-api akan bersekonkol
            Menyatroni rumahrumah
Mengetuk pintunya
            Menanyakan tanya
            “kapan air bertamu?”

Dari sisi kamarmu, jendela bulat terpasang
Ceria berhias kilatan api
            Dan cecapung malam
Bergantian menghampiri, seakan bertanya
            “kapan air bersauh?”

            Api-api bersorak-sorai
Riuh meriahkan telinga dan bingkai jendelamu
Mereka tertawa mereka menyala membara
            Mereka jumawa

            Percik panas api menyalak
Menanyakan air yang dinanti
            Debur ombak api di sisi jendelamu
Memanggil air dalam kamarmu

Berkata-kata bukan Main-main kata



Berkata-kata bukan
Main-main kata

29 maret 2016

Tutur wicara muncul dari?
Desas-desus umum yang bertengger
Di pohon-pohon jejaring maya
Tutur
            Wicara
                        Nyata
                                    Tanya
Semua dihidangkan
Entah layak
            Entah hampa
Maksud makna
            Makna wacana

Tertahan rem tangan sendiri
Tertimpa tangga rumah sendiri
Hanya mata dan nalar yang menyantap
Tutur wicara
            Bicara yang nyata
Tanya yang bicara
                        Kata tanya
                        Tanya kata

Terserah ?



Terserah ?

4 april 2016

Mempertanyakan cerita yang diceritakan
Mengkaji tutur tanya
Mengadu kisah tentang dendam dan nestapa
Mengalirkan aksara menuju biru
Yang dinanti di ujung kata

Mencari pesan yang sebenarnya tidak ada
Menggali makna yang terserah
            Terserahkan
                        Diserahkan
Terserahkan sebuah pesan
            Diserahkan sebuah makna
Dari kami yang terjamah indera
            Untuk kami yang terjamah kata

Bersama suara-suara bisu di benak kalbu
Kami bergerombol kami tercerahkan
Cahaya matahari yang malu
Bayang awan yang mungkin sedang sendu

Butuh teh atau kopi
Agar ikhlas kami terserahkan
Bejana kosong untuk diserahkan