Perang
19/7/2016
Berapa lama manusia lalu-lalang di
pinggir jalan?
Sayang, kakimu kuyakin sudah bopal
sana sini
Lebih baik kau istirahatlah dulu
Sebentar sana, meregangkan kaki,
melemaskan urat dan otot yang kuyakin sudah merana
Barang 5 sampai 10 menit sudah
cukup, silakan kalau mau lebih, aku mewajarkan
Karena seperti kata orang-orang
lampau, setiap langkah adalah peperangan
Dan setiap tujuan adalah khayalan
Tahukah kau sayang, bahwa dulu
perang tidak hanya dengan pistol dan tank
Bahkan kini, bagiku perang-perang
dan pembantaian yang marak di layar-layar ponsel bukanlah perang
Namun hanya permainan semata,
pembuangan uang dan nyawa yang tidak ada tujuannya
Sayang, kehidupan bagi mereka yang
mati di medan perang bukan bentuk bahagia
Selayaknya kerbau kurban di idul
adha
Beberapa orang, yang mungkin kini
sudah berbahagia di liang lahat
Berkata bahwa sejak kita tertanam
di dalam Rahim
Hingga tertidur lelap di bawah
tanah
Terjadi sebuah peperangan tanpa
akhir, yang tidak pernah dimulai
Dan tanpa tujuan
Kata mereka, hati-hatilah kalian
perang terbesar yang terjadi bukan dengan senjata dan nyawa
Hati-hati pula bahwa perang bukan
tanpa korban
Setelah kau istirahat sayang
Kau akan kembali melangkah
menambah luka dan bopal di kakimu
Di atas tanah kotor penuh darah
dan pohon-pohon mati
Hati-hatilah sayang bukan
suara-suara ini yang kau dengar nanti
DOR! BUM! PSIUUUU DUAR!!! DDEDEDEDEDEDEDERR!!!
Sayang, itu bukan perang
Hanya catur dengan korban jiwa
No comments:
Post a Comment