Thursday, August 11, 2016

Perang



                                                            

Perang
19/7/2016

Berapa lama manusia lalu-lalang di pinggir jalan?
Sayang, kakimu kuyakin sudah bopal sana sini
Lebih baik kau istirahatlah dulu
Sebentar sana, meregangkan kaki, melemaskan urat dan otot yang kuyakin sudah merana
Barang 5 sampai 10 menit sudah cukup, silakan kalau mau lebih, aku mewajarkan
Karena seperti kata orang-orang lampau, setiap langkah adalah peperangan
Dan setiap tujuan adalah khayalan

Tahukah kau sayang, bahwa dulu perang tidak hanya dengan pistol dan tank
Bahkan kini, bagiku perang-perang dan pembantaian yang marak di layar-layar ponsel bukanlah perang
Namun hanya permainan semata, pembuangan uang dan nyawa yang tidak ada tujuannya
Sayang, kehidupan bagi mereka yang mati di medan perang bukan bentuk bahagia
Selayaknya kerbau kurban di idul adha

Beberapa orang, yang mungkin kini sudah berbahagia di liang lahat
Berkata bahwa sejak kita tertanam di dalam Rahim
Hingga tertidur lelap di bawah tanah
Terjadi sebuah peperangan tanpa akhir, yang tidak pernah dimulai
Dan tanpa tujuan
Kata mereka, hati-hatilah kalian perang terbesar yang terjadi bukan dengan senjata dan nyawa
Hati-hati pula bahwa perang bukan tanpa korban

Setelah kau istirahat sayang
Kau akan kembali melangkah menambah luka dan bopal di kakimu
Di atas tanah kotor penuh darah dan pohon-pohon mati
Hati-hatilah sayang bukan suara-suara ini yang kau dengar nanti
DOR! BUM! PSIUUUU DUAR!!! DDEDEDEDEDEDEDERR!!!
Sayang, itu bukan perang
Hanya catur dengan korban jiwa


No comments:

Post a Comment