Saturday, October 31, 2015

Kamu



Kamu
          
22/10/2015
Hai Kamu
Manis sekali tutur katamu
Lembut gaun keseharian
Kurang? Tidak ada
Dimata pria kau sempurna

Hai kamu
Indah sekali bedak di pipimu
Mentereng juga kerlap kerlip giwangmu
Petantang-petenteng sana sini
Lidahmu memilin lugas

Hai kamu
Nada bicaramu menukik anggun
Seakan menyihir perhatian
Rambutmu indah, lemah mengayun
Gemulai

Hai kamu
Matamu bak langit keruh malam
Bertebaran gemilau diskon toko-toko mahal
Gegabah mengejar prestos
Demi masa depan yang belum tentu manis

Hai kamu
Otakmu…..
………..
………..
………..

Hai kamu
Ilmu, berani
Mandiri, hidup
            Mati
Dirimu belum berarti


Saturday, October 24, 2015

Cipta



Cipta

10/19/2015

Aku bisa saja menciptakanmu
Dari hampa jadi ada
Aku bisa saja membuatmu
Jadi sedotan, jadi botol, jadi gelas
Apapun itu yang kumau

Aku bisa juga meniadakanmu
Dari ada jadi hampa
Aku bisa juga menghancurkanmu
Tanpa bekas, tanpa serpih
Bersih tanpa noda membandel

Jikalau bisa memilih
Bersih tanpa bentuk
Atau kotor yang hampa
Pastilah kupilih yang ada aku

Sunday, October 18, 2015

Baiknya



Baiknya
10/18/2015

Baiknya semua dimulai dengan awal
Seperti penciptaan dan penghancuran
Lalu dinikmati
Seperti keripik sore hari

Baiknya semua dilanjutkan dengan isi
Seperti tengah oreo yang manis di lidah
Putih diantara hitam
Manis diantara pahit

Baiknya semua diakhiri dengan tutup
Seperti toples kerupuk milik ibu
Biar isinya tidak melempem
Agar bisa dinikmati di lain hari

Baiknya semua dinikmati
Baiknya semua dirasa lidah sendiri
Baiknya semua ditelisik tidak sendiri
Baiknya semua dibangun mandiri

Baiknya semua tidak jahati
Mendurhakakan diri sendiri
Demi berkah yang akan disesali
Masa depan dibangun ironi

Friday, October 9, 2015

Jeruji



Jeruji
9/10/2015

Dibalik jeruji keras dingin
Kaki kai pegal memohon diregang
Layak nyawa nyawa tahanan dibalik jeruji besi berkarat
Lari lari kecil dari balik jeruji

Luntang lantung tak karuan
Iri lihat awan keliaran
Dengki lihat lampu bolak balik
Cemburu lihat bayi dilahirkan
Sakit hati lihat sipir mabuk-mabukkan

Dibalik jeruji imajinas
Lagu lagu nelangsa dinyanyikan
Dikumandangkan tanpa lantang
Diperdengarkan pelan, perlahan
Sampai iri, dengki, cemburu dan sakit hati
Melesap bergandengan dengan ketiadaan

Saya sarankan jangan bingung



Saya sarankan jangan bingung
5/10/2015


Wusss, wuss, wussss, BLARR!!
Pertanyaan masuk ambulan