Thursday, October 1, 2015

Dibalik Kaca




30/9/2015
Teriakan-teriakan gembira lalu lalang
Tawa dan senyum bertebaran liar
Berserakan, berantakan,
Aur-auran, kebahagiaan

Di lapang kosong tidak jauh dari rumah
Kala matahari sedang ngaso dibalik awan, bertukar sapa, bertukar pemantik
Gerombol bocah-bocah cilik berlarian
Tertawa, berburu tantangan, berburu khayalan

Pohon-pohon bambu di bibir lapang digergaji
Bukan untuk digerogoti, hanya enam biji
Terdengar ketokan palu dan gerus gergaji kayu
Wah! Lahir tiga pasang engrang baru!

bocah berebutan memohon giliran
Hompimpa alaihum gambreng!
Uling dan Juhari duluan mencicipi buah tangan
Takut diawal, melesap bersama angin ketika kaki diatas kepala

Bergantian, bergantian, tawa bersahutan
Bermandikan keringat dan diselimuti baju dekil layak dilempar kekandang ayam
Senyum girang besera mereka di lapang dekat rumah
“Berani kotor itu baik.” begitu kata ayah dan ibu

Matahari mohon pamit pada awan, tak lupa mengucap syukur terima kasih
Awan mempersilakan, dibarengi suara adzan maghrib berkumandang
Waktunya pulang lalu mandi dan mengaji atau belajar
Bocah-bocah cilik berpamitan dan berjanji, lepas isya jumpa lagi dengan senja jadi saksi janji

Cerita-cerita lalu lalang, menonjolkan diri sendiri
Tawa dan senyum polos keluyuran bebas
Berserakan, berantakan, bahagia

Kesenangan ditengah matahari
Dilupakan ditengah zaman
Jadi kenangan yang malas diabadikan
dari balik layar kotak dan jari yang bersentuhan



















No comments:

Post a Comment