30/9/2015
Teriakan-teriakan
gembira lalu lalang
Tawa dan
senyum bertebaran liar
Berserakan,
berantakan,
Aur-auran,
kebahagiaan
Di lapang
kosong tidak jauh dari rumah
Kala
matahari sedang ngaso dibalik awan, bertukar sapa, bertukar pemantik
Gerombol bocah-bocah
cilik berlarian
Tertawa,
berburu tantangan, berburu khayalan
Pohon-pohon
bambu di bibir lapang digergaji
Bukan untuk
digerogoti, hanya enam biji
Terdengar
ketokan palu dan gerus gergaji kayu
Wah! Lahir
tiga pasang engrang baru!
bocah
berebutan memohon giliran
Hompimpa
alaihum gambreng!
Uling dan
Juhari duluan mencicipi buah tangan
Takut
diawal, melesap bersama angin ketika kaki diatas kepala
Bergantian,
bergantian, tawa bersahutan
Bermandikan
keringat dan diselimuti baju dekil layak dilempar kekandang ayam
Senyum
girang besera mereka di lapang dekat rumah
“Berani
kotor itu baik.” begitu kata ayah dan ibu
Matahari
mohon pamit pada awan, tak lupa mengucap syukur terima kasih
Awan
mempersilakan, dibarengi suara adzan maghrib berkumandang
Waktunya
pulang lalu mandi dan mengaji atau belajar
Bocah-bocah
cilik berpamitan dan berjanji, lepas isya jumpa lagi dengan senja jadi saksi
janji
Cerita-cerita
lalu lalang, menonjolkan diri sendiri
Tawa dan
senyum polos keluyuran bebas
Berserakan,
berantakan, bahagia
Kesenangan
ditengah matahari
Dilupakan
ditengah zaman
Jadi
kenangan yang malas diabadikan
dari balik
layar kotak dan jari yang bersentuhan
No comments:
Post a Comment