9/27/2015
Aku sering
berandai-andai
Jika saja
setetes susu mampu merubah nila sebelanga
Tetesan susu
putih cemerlang, mengobrak-abrik nila yang legam
Cukup satu
tetes susu dari ibu tercinta
Aku sering
melamun
Membayangkan,
seandainya hal-hal sepele
Yang
didiamkan, diacuhkan seperti sampah dipinggir perempatan
Mampu
menyatukan warna-warni para penyamun, satu suara, ribuan warna
Aku sering
membayangkan
Jika
nyanyian dan aksara di dendangkan dalam waktu yang bersamaan
Bersahutan,
bermekaran
Layak
bunga-bunga baru dikebun milik paman
Jika saja
pertanyaan dan perasaan
Berbaur dan
bercampur
Entah dalam
daur ulang, atau kegelapan atau mungkin terang
Doa dan
tanya enggan riang
Aku melihat
dengan mata yang terpejam
Mata
Indonesia menuju satu tujuan
Menatap panggung
kecil berisi dendang kata
Tentang
amarah, kesedihan, tangis, kekecawaan dan suka cita sorak sorai bergembira
Aku
membayangkan dengan mata yang terbuka
Mata Indonesia
menuju kehancuran
Menatap
bintang gelap yang ditutupi awan kelam
Beribu nama,
tidak ada yang sejahtera
Aku bersaksi
tanpa sabda yang dinabikan
Bayang-bayang
semu masa depan tanah air ibu pertiwi
Mata
Indonesia, bersama kakinya yang tak lagi pincang
Menatap dan
merawat panggung kecil berhias kain merah dan putih
Merawat bunga
masa depan yang menanti mekar
Bunga baru
dikebun milik paman…
No comments:
Post a Comment