Thursday, October 1, 2015

Bermekaran




9/27/2015

Aku sering berandai-andai
Jika saja setetes susu mampu merubah nila sebelanga
Tetesan susu putih cemerlang, mengobrak-abrik nila yang legam
Cukup satu tetes susu dari ibu tercinta

Aku sering melamun
Membayangkan, seandainya hal-hal sepele
Yang didiamkan, diacuhkan seperti sampah dipinggir perempatan
Mampu menyatukan warna-warni para penyamun, satu suara, ribuan warna

Aku sering membayangkan
Jika nyanyian dan aksara di dendangkan dalam waktu yang bersamaan
Bersahutan, bermekaran
Layak bunga-bunga baru dikebun milik paman

Jika saja pertanyaan dan perasaan
Berbaur dan bercampur
Entah dalam daur ulang, atau kegelapan atau mungkin terang
Doa dan tanya enggan riang

Aku melihat dengan mata yang terpejam
Mata Indonesia menuju satu tujuan
Menatap panggung kecil berisi dendang kata
Tentang amarah, kesedihan, tangis, kekecawaan dan suka cita sorak sorai bergembira

Aku membayangkan dengan mata yang terbuka
Mata Indonesia menuju kehancuran
Menatap bintang gelap yang ditutupi awan kelam
Beribu nama, tidak ada yang sejahtera

Aku bersaksi tanpa sabda yang dinabikan
Bayang-bayang semu masa depan tanah air ibu pertiwi
Mata Indonesia, bersama kakinya yang tak lagi pincang
Menatap dan merawat panggung kecil berhias kain merah dan putih
Merawat bunga masa depan yang menanti mekar
Bunga baru dikebun milik paman…


No comments:

Post a Comment