BERISIK
21/4/2015
Malam
berisik
Dengkur
nyawa-nyawa terbaring memekik
Nyanyian
kereta malam halus berbisik
Elus telinga
yang daun di pintu-pintu tak tertarik
Nyanyi
bintang bulan semesta
Tak ada yang
peduli
Toh mata
sudah dibuai pekiknya sunyi
Hanya kertas
nganggur yang peduli
Fajar bising
Penging
teriak debu dibisukan dengus nafasmu
Bayang,imaji,khayal
debu didekap kasur mewangi berkasih
Abadi,
hingga matahari meledakkan diri
Tiada sunyi
yang seberisik ini.
No comments:
Post a Comment