Suaka
6/9/2015
Ini suaka
untuk tanaman aksara yang masih perawan
Mereka yang
masih bisatumbuh kembang
Sebelum mencari
kebrutalan dalam degup
Asap dan relativitas
sejarah
Ini hiburan
untuk pohon-pohon kata yang menuju remaja
Kami yang
saksi, hanya mampu menampikkan birahi dari armada nafsu
Masih disisakan,
remah-remah batang kata
Yang disilet
amarah
Ini pelarian
diri dan peristirahat
Bagi bongkahan-bongkahan
kayu tua pujangga lama
Kau yang
renta, kau yang digoda liang lahat
Kau yang Berjaya,
kau yang dilupakan
Ini sebuah
surat cinta, suara kami
Yang dipendam
dan dipenjarakan
Untukmu,
yang terus mengukir tinta
Untuk kalian,
yang terus menyapa gundah
Untuk kita,
yang menyuarakan suara nurani
No comments:
Post a Comment