Ingat
12/8/2015
Kenapa kau
tidak bosan?
Selalu saja
lalu lalang
Menghantui kepalaku
Mengisi bosanku
Apa kau
tidak sadar?
Disini dan
disana
Aku ingat
dan lihat
Sentuh dan
dekapanmu
Atau, aku
yang tak sadar?
Ditengah deru
runtuh moralitas
Dimana ironi
tak berbatas
Aku masih
sempat mengagumi indahmu yang seutas
Jakarta,
Bogor
Depok, Radio
dalam
Selalu sama,
malah bertambah
Yang tadinya
seutas, makin meluas
Matamu sama
saja
Dihiasi embun
selepas hujan di mimpi pagi
Senyummu tetap
mempesona
Selalu membuat
mata diam terpatri
Sadari saja
dinda, bahwa mataku menatap sukmamu
Akui saja,
tanahku, tanahmu, yang kini dikuasai ambiguitas
Pasti akan
ditemui semu
Ingat saja,
kemarin itu lalu
Hari ini…buat
saja ambigu lalu
No comments:
Post a Comment