Monday, September 21, 2015

Ingat



Ingat
12/8/2015

Kenapa kau tidak bosan?
Selalu saja lalu lalang
Menghantui kepalaku
Mengisi bosanku

Apa kau tidak sadar?
Disini dan disana
Aku ingat dan lihat
Sentuh dan dekapanmu

Atau, aku yang tak sadar?
Ditengah deru runtuh moralitas
Dimana ironi tak berbatas
Aku masih sempat mengagumi indahmu yang seutas

Jakarta, Bogor
Depok, Radio dalam
Selalu sama, malah bertambah
Yang tadinya seutas, makin meluas

Matamu sama saja
Dihiasi embun selepas hujan di mimpi pagi
Senyummu tetap mempesona
Selalu membuat mata diam terpatri

Sadari saja dinda, bahwa mataku menatap sukmamu
Akui saja, tanahku, tanahmu, yang kini dikuasai ambiguitas
Pasti akan ditemui semu

Ingat saja, kemarin itu lalu
Hari ini…buat saja ambigu lalu

No comments:

Post a Comment