Ungkapan
23/8/2015
Masih lekat
dipikiranku
Ketika tirai-tirai
itu dibuka
Kala gong
didepan gerbang dihentakkan
Semua itu
hanya sebuah penyambutan
Penyambutan akan
sebuah kisah
Yang mengisi
ruang, waktu dan emosi
Disini kami
berusaha memapah
Suatu elegi,
yang pasti jadi idola memori
Masih sangat
kuingat
Percikan-percikan
senyum dan tawa
Tetesan-tetesan
keringat dan tangis
Dentuman sindiran,
amarah
Dan keluh
kesah
Disaksikan matahari
yang senyumnya benderang
Kami dihantam
duka lara
Kami dikecup
manisnya kehilangan
Namun bukankah
tiada terang tanpa gelap?
Bicara gelap,
matahari pernah redup
Ditengah reduppun
masih terang
Diantara sabuk
semesta yang berjuta
Entah dimana,
kata astronom ditengah tata surya
Kami masih
disini, berdiri
Kami masih
disini, menanti
Terang yang
dikonsepsi
Gelap yang
disangka sendiri
Dalam ungkapan
memori yang bersangkar dihati
No comments:
Post a Comment