Monday, September 21, 2015

Ungkapan



Ungkapan
23/8/2015
Masih lekat dipikiranku
Ketika tirai-tirai itu dibuka
Kala gong didepan gerbang dihentakkan
Semua itu hanya sebuah penyambutan

Penyambutan akan sebuah kisah
Yang mengisi ruang, waktu dan emosi
Disini kami berusaha memapah
Suatu elegi, yang pasti jadi idola memori

Masih sangat kuingat
Percikan-percikan senyum dan tawa
Tetesan-tetesan keringat dan tangis
Dentuman sindiran, amarah
Dan keluh kesah

Disaksikan matahari yang senyumnya benderang
Kami dihantam duka lara
Kami dikecup manisnya kehilangan
Namun bukankah tiada terang tanpa gelap?

Bicara gelap, matahari pernah redup
Ditengah reduppun masih terang
Diantara sabuk semesta yang berjuta
Entah dimana, kata astronom ditengah tata surya

Kami masih disini, berdiri
Kami masih disini, menanti
Terang yang dikonsepsi
Gelap yang disangka sendiri
Dalam ungkapan memori yang bersangkar dihati

No comments:

Post a Comment