Monday, September 21, 2015

Lira



Lira
13/9/2015

Jikalau jariku memetik
Dawai-dawai surgawi pemberian Hermes
Mungkinkah kelambu Thanatos sirna?
Menerangkan kembali benih-benih kehidupan dunia?

JIkalau jemariku menarik
Busur keramat buah tangan Hepheastus si buruk
Akankah panah harapan yang terhempas?
Menghapus serpihan putus asa di atas bumi?

Wahai kalian yang menasbihkan diri
Wahai kalian yang tersesat dan memangku tangan kepadaku
Ingatlah bahwa kelahiranku diburu benci dan iri sang ratu,
Istri ayahku
Kala itu, matahari enggan memancarkan cahayanya padaku
Kala itu, matahari enggan memainkan musiknya untukku
Ketahuilah, kehadiranku diburu tirani

Kalian tak henti, tiada permisi
Untuk datang berkunjung, memohon percik berkah
Mencari penyembuhan
Atau pelampiasan dendam dan amarah
Tahukah kalian, ibuku tidak pernah ingin membalas
Benci yang datang beriringan dengan kehadiranku, kehadiran saudariku
Kami, benih masa yang diburu emosi

Tidak! Tidak ada lagi dendam!
Penyembuhan dariku bukan dari pembalasan!
Maupun benih-benih hati yang geram!
Ubahlah! Bentuklah zaman dimana tangispun enggan!

Akan kuperdengarkan Matahari yang bernyanyi
Akan kuperlihatkan cahaya yang berpuisi
Agar Thanatos malu dan mengasingkan diri
Dan Eris dihina dan dibenci

Mari, kalian yang dibuai zaan
Kalian yang dikuasai tetes-tetes tirani,
Kalian, dawai-dawai yang diam, aksara-aksara yang dikebiri
Penyembuhan untuk kalian yang memangku hidup padaku,
Datang dari matahari jiwa yang tak henti berpuisi

No comments:

Post a Comment