Lira
13/9/2015
Jikalau
jariku memetik
Dawai-dawai
surgawi pemberian Hermes
Mungkinkah
kelambu Thanatos sirna?
Menerangkan
kembali benih-benih kehidupan dunia?
JIkalau
jemariku menarik
Busur
keramat buah tangan Hepheastus si buruk
Akankah
panah harapan yang terhempas?
Menghapus
serpihan putus asa di atas bumi?
Wahai kalian
yang menasbihkan diri
Wahai kalian
yang tersesat dan memangku tangan kepadaku
Ingatlah
bahwa kelahiranku diburu benci dan iri sang ratu,
Istri ayahku
Kala itu,
matahari enggan memancarkan cahayanya padaku
Kala itu,
matahari enggan memainkan musiknya untukku
Ketahuilah,
kehadiranku diburu tirani
Kalian tak
henti, tiada permisi
Untuk datang
berkunjung, memohon percik berkah
Mencari
penyembuhan
Atau
pelampiasan dendam dan amarah
Tahukah
kalian, ibuku tidak pernah ingin membalas
Benci yang
datang beriringan dengan kehadiranku, kehadiran saudariku
Kami, benih
masa yang diburu emosi
Tidak! Tidak
ada lagi dendam!
Penyembuhan
dariku bukan dari pembalasan!
Maupun
benih-benih hati yang geram!
Ubahlah!
Bentuklah zaman dimana tangispun enggan!
Akan
kuperdengarkan Matahari yang bernyanyi
Akan
kuperlihatkan cahaya yang berpuisi
Agar
Thanatos malu dan mengasingkan diri
Dan Eris
dihina dan dibenci
Mari, kalian
yang dibuai zaan
Kalian yang
dikuasai tetes-tetes tirani,
Kalian,
dawai-dawai yang diam, aksara-aksara yang dikebiri
Penyembuhan
untuk kalian yang memangku hidup padaku,
Datang dari
matahari jiwa yang tak henti berpuisi
No comments:
Post a Comment