Pulang
15 april
2015
waktu,
bosankah engkau?
Kembali
bertatap aksara denganku, si pujangga tergoyang pilu
Kembali
bertukar kata denganku, yang dilanda angin rindu
Kembali
bersilat lidah denganku, si pria berkawan madu
mati,
sendukah kau?
Harus berpulang
padanya, si rumah tanpa akta
Berbincang
dengannya, si pohon tanpa akar
Menanam
tinju untuknya, sang kawan tanpa lawan
Jiwa, sudah
bangunkah kau?
Tidurmu
lelap enggan disentuh
Aroma
nafasmu sunyi mewangi
Didekap tamu
pertiwi muram meriah
Nyawa,
tertutup beton kah liang lahatmu?
No comments:
Post a Comment